Rabu, 28 Oktober 2015

Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?

Peradaban Mesir Purba telah ada, sebelum 70.000 tahun yang lalu. Hal tersebut didasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Khufu (Cheops) di Giza, yang mengatakan bahwa piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer‘. Menurut sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi.
Pendirian Piramid, erat hubungannya dengan pemujaan bangsa Mesir purba terhadap Oziris (Osiris), yang dipercaya sebagai jelmaan Orion yang kemudian menjadi dewa kematian. Dalam relief-relief di piramida yang ditemukan, Oziris gambarkan sebagai dewa yang mengenakan mahkota putih tinggi. Lewat kesaktiannya, Oziris dengan mudah bisa membinasakan bumi dan isinya.
Masyarakat Mesir Purba juga percaya bahwa dewa-dewa di langit itu harus mempunyai persinggahan di bumi. Atas dasar latar belakang itulah, kemudian Kompleks Piramida Giza dibangun. Tentu karena untuk Oziris, maka arsitektur posisi tiap piramidanya dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan posisi rasi bintangnya. Termasuk membangun penjaganya, yakni makhluk berbadan singa berkepala manusia (sumber : yuwie.com).


Misteri Piramid Giza, Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh

Pada saat Great Pyramid di Giza Mesir dibangun, jika berdasarkan keadaan Piramid serta tenaga kerja yang mendirikannya, Para Arkeolog memperkirakan Penduduk Mesir ketika itu mencapai 50 juta orang
Diperkirakan PIRAMID tersebut dibangun pada sekitar tahun 3.000 sebelum masehi, dimana penduduk dunia baru sekitar 20 juta orang
Jika seluruh penduduk dunia pada masa itu, dikumpulkan di Mesir… ternyata masih ada 30 juta orang misterius
Siapakah 30 juta orang Misterius itu ????
Setidaknya ada 2 teori….

Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi ?

Di kota Tiahuanacu Bolivia, terdapat peninggalan arkeologis, yang dikenal dengan nama “The Gate of The Sun” (Gerbang Matahari).
Gerbang Matahari, yang usianya diperkirakan telah berumur 15.000 tahun, terdapat gambar-gambar aneh, seperti berbentuk motor, pesawat jet dan alat-alat mekanis yang rumit, serta ditemukan Penanggalan Langka Planet Venus (Sumber : Buku “Makhluk-Makhluk yang Turun dari Langit“, karangan Anis Mansour).
Penemuan benda-benda arkeologis, yang berhubungan dengan keberadaan teknologi antariksa, ternyata bukan hanya ditemukan di Bolivia.

Nabi Adam, Bangsa Lemurian dan Fenomena UFO

Nabi Adam, Bangsa Lemurian dan Fenomena UFO
Ketika ALLAH, melalui Al-Quran mengisyaratkan kepada manusia dan jin untuk bisa menembus langit dan bumi. Banyak orang percaya, tantangan ini telah berhasil dijawab oleh bangsa Jin, bahkan menurut mereka Fenomena UFO yang terlihat belakangan ini, berasal dari penampakan makhluk gaib ini. Bagaimana dengan manusia ? Benarkah umat manusia, hanya mampu sampai ke Bulan dan itupun cuma sebentar ? Se-primitif itukah teknologi, yang dimiliki Manusia, keturunan Nabi Adam ??? Hai jama‘ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar-Rahman (55) ayat 33) Manusia telah menjelajah angkasa, ribuan tahun yang silam Berdasarkan Penemuan Arkeologis, diperoleh informasi teknologi manusia sekarang, sangat jauh tertinggal dari teknologi di masa lalu. Sebagaimana terlihat pada gambar berikut...

Lemuria Sebuah Bangsa yang Hilang

Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.
Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).
Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.

Penduduk Nusantara dari luar Galaksi BIMASAKTI ?

January162015
 
 KetikaALLAH, melaluiAl-Quran mengisyaratkan kepadamanusia dan jin untuk bisa menembus langit dan bumi. Banyak orang percaya, tantangan ini telah berhasil dijawab oleh bangsa Jin, bahkan menurut merekaFenomena UFO yang terlihat belakangan ini, berasal daripenampakan makhluk gaib ini. Bagaimana denganmanusia ? Benarkah umat manusia, hanyamampu sampai ke Bulan dan itupun cuma sebentar ?

Senin, 12 Oktober 2015

Warga RI dibawah Usia 50 Tahun di Wajibkan Ikuti Program Bela Negara

Kemenhan mengumumkan kebijakan program bela negara. Setiap warga negara berusia 50 tahun ke bawah wajib ikut program itu. Nantinya selama satu bulan akan digembleng pelatihan fisik dan psikis di markas tentara.

Warga RI dibawah Usia 50 Tahun di Wajibkan Ikuti Program Bela Negara

"Akan ditampung di satuan TNI pendidikan, Rindam atau batalyon. Kerja sama kepala daerah dan TNI setempat. Ditempatkan di asrama," kata Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Laksamana Pertama M Faizal dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Selasa, 21 April 2015

Dugaan Ilmiah, Bulan Buatan Manusia Dan Berongga


Misteri tentang keberadaan bulan mungkin kini menjadi tanda tanya ilmuwan, mengapa pengaruh bulan begitu kuat terhadap bumi? Apakah bulan adalah salah satu satelit terbesar yang pernah diciptakan manusia masa lampau? Ataukah bulan memiliki rongga, berlapis logam, dimana selama jutaan tahun tertutupi lapisan debu?
Jika peradaban manusia masa lalu memang benar-benar sangat maju (tentunya jauh lebih maju dari sekarang), maka salah satu analisis mungkin perlu mendapat tanggapan serius untuk mengungkapkan pemahaman tentang sejarah peradaban yang pernah berkembang di bumi. Analisis dan teori itu akan menjadi perhatian serius di masa mendatang, khususnya ilmuwan yang terus mempelajari tentang keberadaan bulan dengan fenomena anehnya. 

  Benarkah Bulan Buatan Manusia?

Lebih dari 70 pesawat luar angkasa telah dikirim untuk mengeksplorasi bulan dan setidaknya ada 12 manusia telah berjalan di permukaan bulan. Faktanya, NASA menyebutkan bahwa bulan berfungsi untuk menstabilkan bumi, dimana bulan telah menyebabkan iklim lebih stabil dan mungkin membantu dalam evolusi kehidupan. Selain itu, bulan memegang kunci jawaban tentang sejarah awal planet Bumi.
Di tahun 1969, NASA tercatat dalam sejarah berhasil mengukur gelombang seismik melalui pendaratan Apollo 12, dimana hasilnya sangat mengejutkan dan berbeda dengan fenomena seismik yang pernah tercatat di Bumi. Getaran seismik tersebut berlangsung selama satu jam dan mulai keluar kembali berupa gelombang kecil. Menurut Dr Ross Taylor yang membantu memeriksa sampel dari NASA, fenomena ini merupakan salah satu hal yang luar biasa. Gelombang kejut itu terus bergema disekitar bulan dalam jangka waktu satu jam atau lebih dan dikaitkan dengan kondisi batu permukaan bulan yang sangat kering. Sebagai contoh, ketika kita memukul pipa besi maka gaung akan bergema dan semakin mengecil, berbeda dengan memukul besi padat dimana getaran langsung menghilang.
Usia bebatuan bulan diperkirakan sangat kuno, sebagian besar usianya melampaui usia bebatuan yang pernah ada di bumi. Ilmuwan berusaha untuk menganalisa contoh batuan bulan yang dibawa antariksawan, ternyata hasilnya mengandung besi dan titanium murni, logam murni yang tidak ada secara ilmiah. Hal ini menegaskan bahwa logam tersebut merupakan bukan batuan tambang melainkan hasil peleburan yang biasa dilakukan manusia. Peleburan logam ini setidaknya membutuhkan suhu diatas 2-3 ribu derajat Celcius, tetapi faktanya bahwa bulan merupakan tempat yang dingin dimana tidak ada aktifitas gunung berapi.
Sejauh perkembangan penelitian tentang bulan, tidak ditemukan adanya kelembaban yang berguna untuk meredam getaran. Permukaan bulan tertutupi dengan puing-puing dan hanya memancarkan gelombang kejut tersebut tanpa peredam. Dan menurut Sunti Karunatilake seorang astronom Stonybrook University, mengatakan bahawa jika bulan memiliki ronggga dengan ukuran seperti itu maka tidak bisa memiliki gaya gravitasi karena isinya tidak cukup padat. 
Jadi apa yang dimaksud disini adalah, bulan selama ini tidak memiliki gravitasi kuat, terlalu ringan dan tidak padat, dan tidak seperti fenomena gravitasi yang saat ini terjadi di planet Mars. Benarkah bulan berongga?
Sementara fisikawan asal italia, Lorenzo Iorio menerbitkan artikel yang membahas perilaku anomali bulan. Disebutkan bahwa bulan memiliki sedikit perubahan dari waktu ke waktu yang tidak bisa dijelaskan dalam paradigma yang terjadi saat ini, dimana orbit bulan meningkat secara eksentrisitas (ukuran yang menggambarkan berapa banyak penyimpangan orbit lingkaran bulan sempurna).
permukaan bulan, kawah bulan
Yang paling menarik dari permukaan bulan adalah kawah yang minoritas cembung, dimana permukaan melengkung dan bulat disekitarnya, padahal jika diperhatikan kawah alami biasanya cekung kedalam atau berlubang. Misalnya, jika meteor besar jatuh kepermukaan bulan tentu akan membuat kawah cekung. Pendapat tentang kawah ini digunakan oleh beberapa analis sebagai bukti bahwa kawah bulan buatan manusia yang mungkin saja menutupi lapisan dibawahnya.
Menurut Charles A Wood dari Department of Geological Sciences at Brown University, dalam makalahnya tahun 1978 menyatakan bahwa kawah cembung kemungkinan besar tercipta akibat aktifitas lava yang meresap melalui rekahan ke permukaan. Lava yang membentuk cincin kolam (kawah) membutuhkan viskositas yang lebih tinggi atau tingkat ekstrusi rendah dari lava besar. 
Kesimpulan diatas setidaknya menggambarkan bahwa tidak ada lapisan bulan seperti yang ada di bumi (lapisan yang menghasilkan panas bumi), sehingga kemungkinan besar bahwa bulan tidak memiliki lava. Bagaimana kawah tercipta? Dan mungkin saja kawah itu sedang menutupi suatu benda atau bangunan.
Menurut Dr eric Chritian dari NASA, iklim bumi lebih stabil akibat adanya bulan dan rotasi bumi bisa diperlambat sehingga secara bertahap mampu memperpanjang peredaran waktu (hari 24 jam). Jika tidak ada bulan, mungkin waktu antara siang dan malam terlalu cepat berganti. Bulan sangat berpengaruh bagi kehidupan di bumi, naiknya permukaan air laut, pergantian kulit sebagian hewan melata, dan banyak lagi fenomena tak terjelaskan akibat munculnya bulan di malam hari.
Teori-teori yang sama saat ini banyak bermunculan di internet yang menyangkut fenomena aneh di bulan. Teori konspirasi yang ditulis dalam buku Our Mysterious Spaceship Moon, investigasi Don Wilson, dua ilmuwan Soviet berusaha menegaskan bahwa bulan merupakan pesawat ruang angkasa yang telah di modifikasi. Awal cerita bermula pada tahun 1957 ketika Rusia meluncurkan satelit pertama, dimana era persaingan penjelajahan luar angkasa dimulai. Hipotesis yang mereka ungkapkan menimbulkan kontroversi dikalangan ilmuwan, karena bulan dianggap sebagai mesin yang sangat akurat yang mampu menahan serangan meteor keras. Hal ini disebabkan permukaan bulan sangat keras terbuat dari logam murni titanium.
Kebanyakan analisis justru bersikeras pada teori konspirasi yang menyatakan bahwa bulan merupakan kunci kehidupan makhluk luar angkasa. Sejauh ini hanya ditemukan bukti gambar yang belum bisa dikategorikan memperkuat dugaan tersebut. Walaupun teori konspirasi ini hampir memungkinkan, atau kedengaran seperti nyata, dari sisi penelitian ilmiah setidaknya telah banyak menggambarkan fenomena aneh yang terjadi di bulan.

Referensi

  • Pada peningkatan sekuler anomali eksentrisitas orbit Bulan oleh Lorenzo Iorio, Perpustakaan Universitas Cornell.
  • Lunar konsentris Kawah oleh Charles A Wood, Smithsonian Astrophysical Observatory (SAO) NASA Astrophysics Data System (ADS)
  • Spaceship Misterius kami Bulan, Apakah tetangga terdekat kita di ruang pesawat alien besar? Sebuah Investigasi revolusioner Oleh Don Wilson. Dell Publishing Co Inc New York USA, 1975
  • Image kutub selatan sisi jauh bulan yang terlihat dari misi GRAIL itu Ebb pesawat ruang angkasa melalui NASA